Kabar Techno

Game Hebat Berpenampilan Anime yang Laris di PC dan Konsol

Game Hebat Berpenampilan Anime  – Apa anime kegemaranmu? Shonen seperti Dragon Ball dan One Piece? Mecha seperti Gundam dan Evangelion?

Kamu dapat jawab dalam hati. Tidak mungkin tak pernah menonton anime waktu kecil. Toh, salah satunya industri selingan Jepang yang terpopuler di dunia ialah animasinya.

Game Hebat Berpenampilan Anime

Sentuh bermacam susunan warga, anime memberi selingan dan tidak kalah seperti film Hollywood, dapat mengeduk hatimu bak roller coaster.

Sesudah sukses berbentuk manga, kemungkinan besar kreasi itu di buat versus anime-nya. Bila anime itu laris, bisa saja akan di adaptasi menjadi Game Hebat Berpenampilan Anime . Tapi, sering game-nya tampil lebih dulu, baru versus manga dan anime-nya.

Sayang, sering game itu tidak sesuai harapan. Tapi, banyak, kok, game bertopik anime yang justru laris. Hingga di jadikan sebagai mainan legendaris sampai saat ini. Merilis situs Gamesradar, berikut 10 Game Hebat Berpenampilan Anime yang laris di pasar konsol dan PC.

  1. Dragon Quest XI

Namanya komplet “Dragon Quest XI: Echoes of an Elusive Age”, Dragon Quest XI ialah game bertopik role-playing game (RPG) yang dibuat oleh Yuji Horii dan ditingkatkan oleh Square Enix.

Launching pada 2017 untuk Nintendo DS, PC, dan PlayStation 4 (PS4), Definitive Edition-nya launching pada 2019 (Switch) dan Desember 2020 (PS4, XBOX One, dan PC). Per September 2020, Dragon Quest XI telah terjual sampai 6 juta kopi di penjuru dunia!

Menyaksikan style-nya, kemungkinan kamu terpikir dengan Dragon Ball. Tidak aneh, sebab seniman yang kerjakan Dragon Quest tidak lain ialah Akira Toriyama, pakar dibalik Dragon Ball! Dragon Quest XI bercerita mengenai perjuangan kesatria legendaris titisan Yggdrasil, The Luminary, yang berusaha membuat perlindungan negeri Erdrea dari kemampuan gelap.

Dragon Quest XI memberi cerita yang mengunggah hati, dan dengan Unreal Engine 4, design environment dan watak sangat memikat dengan sentuhan ciri khas Toriyama-sensei. Dari sisi gameplay, Dragon Quest memberi rintangan sendiri. Karena itu, game ini betul-betul padat dan komplet di semua segi!

  1. Game Ni no Kuni: Wrath of the White Witch

Di-launching untuk PS3 pada 2011, “Ni no Kuni: Wrath of the White Witch” ialah seri game RPG bikinan Akihiro Hino yang ditingkatkan oleh Level-5 dan dialokasikan oleh Bandai Namco Entertainment. Game ini selanjutnya di-remastered untuk Nintendo Switch, PC, dan PS4 pada 2019. Per 2014, Ni no Kuni: Wrath of the White Witch terjual 1,1 juta kopi di penjuru dunia!

Saat kamu mainkan game-nya, style-nya kemungkinan mengingatimu pada anime usang seperti “Spirited Away” (2001) atau “My Neighbour, Totoro” (1988). Ya, memang produksi animasinya diatasi oleh Ghibli Studio bikinan Hayao Miyazaki! Disamping itu, musiknya diatasi oleh Joe Hisaishi yang dekat dengan kreasi Miyazaki-sensei.

Ni no Kuni: Wrath of the White Witch bercerita cerita bocah namanya Oliver yang usaha selamatkan ibunya dari penyihir jahat Shadar dan Cassiopeia atau White Witch. Di perjalanan, Oliver akan melawan monster dengan kemampuan dan piaraan magisnya, “akrab “.

Saat mainkan Ni no Kuni: Wrath of the White Witch, kamu bak sedang mainkan cerita ala-ala Ghibli yang sentuh hati dan memikat. Disamping itu, game ini mempunyai rintangan tertentu yang tidak membuat frustrasi. Sepanjang kamu betul-betul konsentrasi dengan narasi dan visi sambilan (sidequest) pada game-nya.

  1. Ni No Kuni 2: Revenant Kingdom

Kelanjutan dari Ni no Kuni: Wrath of the White Witch, Ni no Kuni II: Revenant masih ditingkatkan oleh Level-5 dan dialokasikan oleh Bandai Namco Entertainment. Di-launching pada Maret 2018 untuk PC dan PS4, Ni no Kuni II terjual lebih dari 900.000 kopi per Mei 2018!

Ni no Kuni II bercerita perjuangan seorang raja muda namanya Evan Pettiwhisker Tildrum yang disepak keluar dari kerajaan Ding Dong Dell sebab kup dan usaha membangun kerajaan baru di negeri lain. Sepanjang mengelana, Evan akan bertanding dengan kekuatan magic dan kontribusi makhluk magic namanya “Higgledies “.

Sayang, Studio Ghibli tidak begitu ikut serta dalam Ni no Kuni II. Tapi, design watak dan environment-nya juga masih memikat, kok! Kecuali narasi dan atmosfer kota yang memikat, ada bermacam kenaikan baru pada mekanisme tarung di game ini, hingga ditanggung, kamu tidak akan kecewa.

  1. Fire Emblem: Three Houses

Dikerjakan pada 2019 oleh Intelligent Systems dan Koei Tecmo, “Fire Emblem: Three Houses” ialah game RPG strategi terbatas untuk Nintendo Switch dan dialokasikan oleh Nintendo sendiri. Per Mei 2020, game ini menulis 2,87 juta kopi di penjuru dunia, seri terlaku dari Fire Emblem ciptaan Shouzou Kaga.

Fire Emblem: Three Houses berdasar di benua fiktif Fódlan yang terdiri ke tiga negeri adidaya yang tersambung keduanya lewat Biara Garreg Mach. Kamu bermain sebagai Byleth, bekas tentara bayaran yang menjadi profesor di biara itu, dan bekerja pimpin beberapa murid melawan teror yang datang. Jadi Byleth, kamu harus juga ambil class untuk tentukan ketrampilanmu.

Seperti Fire Emblem yang lain, game ini masih menjaga mekanisme tarung berbasiskan gantian (turn-based). Dengan menyatukan komponen replikasi hubungan sosial dan manajemen waktu. Walau perlu waktu untuk terlatih dengan mekanisme turn-based-nya, Fire Emblem: Three Houses janjikan narasi dan hubungan sosial yang bermakna.

  1. Catherine dan Catherine: Full Bodi

Khusus 18+! “Catherine” ialah game bertopik puzzle yang launching untuk PS3, XBOX 360 dan PC. Game ini selanjutnya di launching kembali dengan judul “Catherine: Full Bodi” untuk PC, PS4 dan Nintendo Switch pada 2019 – 2020. Per 2017. Catherine sudah terjual 1 juta kopi di penjuru dunia dan di nominasikan ke sejumlah penghargaan.

Catherine bercerita lika-liku cerita cinta seorang pemuda namanya Vincent Brooks dan Katherine, dan cerita cinta gelapnya bersama seorang wanita yang serupa dengan kekasihnya namanya Catherine.

Di Full Bodi, cerita itu semakin susah dengan hadirnya Rin, “wanita” yang jadi selingkuhan Vincent. Mengapa di kasih tanda kutip? Mainkan saja game-nya!

Saat siang, Vincent berhubungan seperti biasa. Di waktu malam, Vincent, sebagai “Domba yang Raib” harus pecahkan teka-teki dalam alam mimpi sekalian memanjat sebuah menara raksasa untuk lari dari monster. Bila mati di mimpi, Vincent mati di dunia nyata. Akhir game tergantung dari tiap keputusan Vincent.

Di atasi oleh Atlus, studio yang tangani design game “Figur” dan “Trauma Center”. Catherine mempunyai narasi “panas” yang sesungguhnya berarti cukup dalam.

Untuk pemain yang cukup usia dan open-minded. Bila kamu mainkan game ini, bersiap untuk fokus sebab puzzle-nya memang membuat pusing!

Catatan: Catherine mempunyai episode dewasa, episode kekerasan, bahasa vulgar, dan darah. Peraturan pemain sangat di anjurkan dan beberapa anak di bawah 18 tahun tidak kami anjurkan untuk bermain game ini.

  1. Game Nine Hours, Nine Persons, Nine Doors (999)

Di tingkatkan oleh Chunsoft pada 2009, “Nine Hours, Nine Persons, Nine Doors” atau 999 ialah game bertopik adventure yang di launching untuk Nintendo DS. Pada 2017, game ini selanjutnya di rilis bersama “Zero Escape: Virtue’s Last Penghargaan” dalam bundel. Zero Escape: The Nonary Games untuk PC (lewat Steam), PS4, dan PSVita. 999 ialah seri pertama dari seri Zero Escape bikinan Kotaro Uchikoshi.

Di 999, kamu ambil peranan sebagai seorang mahasiswa namanya Junpei (No. 5) bersama dengan 8 orang yang lain untuk selamatkan dari kapal cruise yang ingin terbenam! 9 orang itu di minta untuk bermain “Nonary Game” oleh pelaku namanya Zero. Game ini terdiri jadi dua lajur:

  • Escape: Kamu pecahkan puzzle untuk selamatkan diri.
  • Novel: Kamu membaca cerita dan memutuskan untuk selamatkan diri.

999 memberi rintangan yang membuat kamu memutar otak dalam menuntaskan puzzle. Ending 999 juga berbeda, dengan cuman 1 ending sejati. Ingin tahu? Kamu harus mainkan puzzle di 999 lagi hingga bertemu!

  1. Astral Chain

Sukses dengan “Nier: Automata” (2017) dan “Bayonetta” (2009-2014), PlatinumGames selanjutnya mengolah “Astral Chain” pada 2019. Astral Chain ialah game hack-and-slash bertopik action-adventure yang di alokasikan oleh Nintendo, terbatas untuk Nintendo Switch.

Berdasar di dunia distopia tahun 2078, kamu bermain sebagai seorang polisi unit khusus di kota fiktif “The Ark” bersama-sama dengan kembaranmu. Akira Howard, untuk melawan Chimera, makhluk jahat yang menginvasi Bumi. Kamu juga bisa mengatur “piaraan” yang di namakan “Legion”, lewat Astral Chain.

Astral Chain mempunyai atmosfer yang serupa dengan Nier: Automata dan Bayonetta. Dengan mekanisme tarung yang bagus dan sederhana, Astral Chain mengepak narasi yang mengagetkan dan sidequest dan puzzle yang tidak kalah seru. Per Maret 2020, Astral Chain sudah jual 1,08 juta kopi di semua dunia.

Dari beberapa game berpenampilan anime ini, mana yang pernah kamu coba? Atau, kamu punyai referensi lain? Untuk berbagai jenis informasi lainnya bisa langsung kunjungi halaman situs https://kabartechno.net

  • 1
  • 2